Aku CInta Indonesia (1. Pendahuluan)

Bicara tentang property bisa bikin sakit hati, betapa tidak, kekayaan bangsa kita diklaim oleh negara lain! Entah iri hati, entah serakah, entah merasa saking miskinnya kekayaan mereka, sampai-sampai mereka memasukkan kekayaan bangsa lain ke dalam daftar kekayaan bangsa mereka. Nasionalisme? Jelas tak perlu dipertanyakan saat terjadi kejadian macam begitu. Lihat saja ketika batik diklaim oleh negara tetangga yang kemudian masih melakukan sejumlah klaim murahan lainnya yang membikin sakit hati kita, sampai-sampai mungkin tak pantas lagi nama bangsa mereka kita sebut dengan hormat karena lebih tepat jika disebut bangsa Maling. Sempat browsing dan tercatat 10 kekayaan yang diakui seperti tercatat dalam situs berikut: http://www.belantaraindonesia.org/2012/06/10-budaya-indonesia-yang-pernah-di.html
Ini, tentu saja belum termasuk kekayaan alam a.k.a wilayah bangsa kita yang mereka klaim juga, di antaranya:
  1. Sipadan dan Ligitan (1967)
  2. Ambalat (2009)
  3. Camar Bulan dan Tanjung Datu (2011)
(sumer: http://www.boskribo.com/2013/03/4-daerah-yang-di-klaim-malaysia.html )

Yang hangat dan baru saja terjadi adalah klaim Brunei atas Bahasa Indonesia, padahal jelas-jelas mereka mengambil kata-kata tersebut dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/09/19/mtawog-bahasa-indonesia-dicaplok-brunei ).

Ada berbagai pendapat yang mencoba mencari alasan mengapa sampai begitu banyak property kita yang dicaplok  oleh bangsa lain. Salah satu yang cukup mudah dipahami dan disampaikan dengan menarik ada di link ini: http://kabarnesia.com/1496/inilah-alasan-kenapa-budaya-indonesia-di-klaim-malaysia/


So, masihkah Anda cinta Indonesia? Then, show it & speak out loud about it ^-^

Comments

Post a Comment

Please enter ur comment here...-.~